SISTEM HUKUM ISLAM DAN HUKUM WARIS ISLAM DALAM HUKUM ISLAM PART. 2

  1. Sistem Hukum Islam

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian (komponen-komponen, elemen-elemen) dan satu sama lain berkaitan saling ketergantungan. Hukum sebagai suatu sistem sampai saat ini, dikenal ada 5 yaitu sistem Kontinental, Sistem hukum Anglo Saxon (Amerika), sistem hukum islam, sistem hukum adat, dan sistem hukum sosial atau komunis. sistem hukum islam mempunyai kelengkapan yang terdiri dariadedidikirawan sumber-sumber hukum islam, lapangan dan bidang-bidang hukum islam.

  1. Sumber hukum Islam

sumber hukum islam ada empat yaitu :

  1. Al-Quran, adalah kitab suci agama islam, isinya berupa kumpulan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad Rasul Allah melalui perantaraan malaikat jibril. Al-Quran diturunkan selama jangka waktu lebih 23 tahun atau selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu 13 tahun atau 12 tahun 2 bulan 22 hari ketika nabi Muhammad berada di Mekah 10 tahun ketika hijrah ke Madinah . Wahyu yang diturunkann di Mekah disebut Makkiyah yang isinya kebanyakan mengatur kehidupan manusia dalam masalah kepercayaan (keimanan), seperti al arkanul assithah atau rukun iman. Sedangkan wahyu yang diturunkan di Madinah disebut Madanuyyah, isinya kebanyakan mengatur kehidupan manusia dalam hal muamalat seperti, perikatan, pernikahan, jinayah. Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6666 ayat, dan adedidikirawan dikodifikasi (dibukukan) pada masa Khalifah Usman.
  2. Sunnah, adalah sumber hukum islam yangkedua yang berupa cara-cara hidup meliputi perkataan (sunnah al qaul/sunnah al qauliyah), perbuatan (sunnah al fill/sunnnah fiiliyah), dan keadaan diam (sunnah assukut/taqririyah) Nabi Muhammmad sehari-hari. Sunnah tidak dibuat oleh manusia tetapi memang menyatakan secara tegas dalam Al Quran yaitu dalam surat ke 59 ayat 7 dinyatakan : “ apa-apa yang diperintahkan rasul kepadamu mak kerjakanlah dan apa-apa yang dicegah atasmu jauhilah, kemudian dalam quran surat ke 4 ayat 8 dinyatakan : barang siapa taat kepada Rasul sungguhlah ia taat kepada Allah SWT. dan didalam surat ke 4 ayat 59 dinyatakan pula, jika kamu bersengketa tentang sesuatu maka kembalilah kepada Allah dan Rasulnya. kebiasaan dalam bertingkah laku sehari-hari nabi menjadi cerita yang selalu disampaikan kembali secara meluas yang disebut hadits. Jadi hadits adalah pendukung sunnah sebagai cerita tentang perkataan, perbuatan dan diam (takrir) nabi dalam menyaksikan perbuatan orang-orang yang tidak dilarangnya. Sunnah dikumpulkan dalam kitab-kitab hadits, secara garis besar dapat dikelompokan menurut, jumlah orang yang adedidikirawan meriwayatkannya atau memberikannya dan menurut kualitas pribadi (kepribadian) perawinya. Menurut jumlah orang meriwayatkannya atau memberikannya dibagi kedalam, sunnah mutawariah, sunnah masyurah, sunnaah atau hadits ahad. Menurut kualitas pribadi (kepribadian perawinya), dibagi kedalam, sunnah atau hadits sahih, sunnah atau hadits hasan, sunnah atau hadits da’if atau lemah. ketiga hadits tersebut merupakan hadits ahad. Syarat-syarat suatu hadits dinamakan sahih ditinjau dari, kekuatan ingatan perawinya, integritas pribadi orang yang menyampaikannya, tidak terputus mata rantai penghubungnya dari generasi ke generasi, tidak terdapat cacat mengenai isinya, tidak janggal dilihat dari susunan bahasanya.
  3. Idjma, kebulatan pendapat para ulama besar pada suatu masa dalam merumuskan suatu yang baru bagaimana hukum islam, tolak pangkal perumusannya didasarkan pada quran dan hadits sahih. kebulatan pendapat (konsensus) terhadap suatu yang baru tersebut dapat berupa : idjma qauli, bila consensus seorang ulama besar dilakukan secara aktif dengan lisan (ucapan) terhadap pendapat seorang ulama/sejumlah ulama tentang perumusan hukum yang telah diketahui. Idjma Sukuti, bila consensus terhadap pendapat hukum dilakukan secara diam (tidak memberikan tanggapan). Kedudukan idjma quali lebih kuat dari idjma sukuti, karena keadaan diam seorang ulama besar terhadap pendapat ulama lainnya itu belum tentu berarti setuju. idjma termasuk sumber hukum islam selain Alquran dan sunnah, dan adedidikirawan keterangannya terdapat dalam al quran surat Annisa ayat 56: hai orang-orang mukmin patuhlah kepada Allh SWT, patuhilah kepada Rasul dan patuhilah kkepada Ulil Amri diantara kamu. uraian lebih lanjut klik disini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: