HUKUM ISLAM PART 3 :MUAMALAT ,ZINAYAT, AQIDIYAH

  1. Muamalat

Muamalat adalah ketentuan yang mengatur hubungan antar manusia dalam memenuhi kehidupan yang meliputi bidang tukar menukar benda dan sesuatu yang mempunyai kegunaan dengan cara tertentu seperti jual beli sewa menyewa, upahadedidiirawan mengupah, pinjam meminjam, urusan bercocok tanam, berserikat dan usaha lainnya.

Masalah-masalah yang berkaitan dengan muamalat adalah sebagai berikut:

  1. Jual Beli

Menurut bahasa arab, istilah jual beli disebut ba’i yaitu suatu transaksi yang dilakukan oleh pihak penjual dengan pihak pembeli terhadap sesuatu barang dengan harga yang disepakati bersama. Yang merupakan dasar hukum dari jual beli adalah Alquran surat Al-baqarah (2) ayat 275 Surat An-nisaa’(4) ayat 29; danadedidiirawan surat AL-furqan (25). Dari pengertian ini terkandung unsur-unsur tentang jual beli sebagai berikut:

  1. Para pihak yang mengadakan jual beli, yakni pihak penjual sebagai pihak yang menjual barangnya dan pihak pembeli.
  2. Barang yang diperjualbelikan, yang merupakanadedidiirawan sesuatu yang diperbolehkan oleh syara’ untuk diperjualbelikan dan sifat benda tersebut, diketahui oleh si pembeli.
  3. Transaksi yang berbentuk serah terima (iajb qabul)
  4. Suka sama suka.
  5. Rukun-rukun dan syarat-syarat jual beli :

Syarat-syarat dalam rukun jual beli yang perlu dipenuhi sebelum melakukan kegiatan jual beli yaitu:

  1. Penjual dan pembeli, syaratnya:
    • Berakal, artinya memiliki pikiran sehat sehingga dapat menimbang kesesuaian permintaan penawaran yang dapat menghasilkan kesamaan pendapat.
    • Atas kehendak sendiri (bukan dipaksa)
    • Bukan pemboros (mubazir), artinya hubungan hukum akan terjadi kalau masing-masing pihak berkepentingan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dalam suatu objek tertentu (diwujudklan menukar barang yang dimiliki dengan barang dimiliki orang lain).
    • Dewasa dalam berarti baliq, maksudnya para pihak yangadedidiirawan dapat melakukan jual beli kalau dilihat dari tingkat usia telah mencapai 15 tahun.
  2. Benda yang dijual belikan, syaratnya :
    1. Benda tersebut harus suci dan tidak najis artinya setiap benda menurut perintah agama dan kebersihannya dianggap tidak termasuk bendaadedidiirawan haram atau najis seperti minuman keras kulit hewan yang belum disamak, kotoran hewan.
    2. Bendanya memiliki kegunaan, Setiap benda yang diperjualbelikan sifatnya dibutuhkan manusia.
    3. Bendanya harus keadaan nyata (konkrit).Disyaratkan dalam jual beli harus benar-benar dapat diserah terimakan sesaat setelah terjadinya aqad.
    4. Bendanya dalam keadaan pemilikan seseorang. Artinya benda sebagai objek jual beli merupakan baik penjual atau dikuasakan kepada seseorang tertentu untuk dijualkan
    5. 3)2) Atas kehendak sendiri (bukan dipaksa) uraian lebih lanjut klik disini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: